Seberapa Luas Kerajaan Allah?

Bismillah,

Sadarkah kita, berapa kali menyebut “Allahu Akbar” dalam sehari?

Coba kita hitung. 

Dalam 1 hari ada 17 rakaat solat fardu. 
Tiap rakaat ada 5 kali menyebut “Allahu Akbar”. 

Jadi, minimal dalam sehari kita menyebut
17 x 5 = 85 kali

Allahu Akbar. 
Allah Maha Besar. 

Seberapa besarkah Kerajaan Allah?

Akal kita memang kecil dan belum sampe kesitu. 
Tapi coba kita jalan-jalan membayangkan betapa besar dan luasnya kerajaan Allah. 

Ane hanya butuh sedikit imajinasi antum. 

Kita mulai yah. 

Siap-siap dengan sepatu cahaya yang baru kita pinjam dari langit. 

Kita terbang perlahan…
Kita mulai tinggalkan tempat kita berpijak. 
Lihat terus kebawah. 
Perlahan-lahan rumah kita jadi kecil, tertutup awan. 

Terlihat birunya lautan. 
Bumi semakin tampak melengkung. 

Semakin jauh semakin bulat bentuk bumi. 
Terlihat ada bulan disebelahnya. 

Kita terbang semakin menjauhi bumi…

Terbang menjauh ke arah matahari. 
Ukuran matahari kurang lebih 1,3 juta kali bumi. 
Panas banget..
Tapi panasnya ga ada apa-apanya dibanding neraka Jahannam. 

Bumi mana yah? Ada tuh seukuran gundu. 

Lanjut terbang menjauh dari matahari…
Semakin tinggi…
Ketika kita menoleh ke belakang, Bumi bahkan udah ga keliatan. 
Terbang semakin jauuuh lagi keatas. 

Disekeliling kita makin banyak bintang-bintang yang berkelap-kelip. 
Cahayanya putih, merah, orange, biru..
Matahari itu ternyata cuma satu diantara matahari-matahari lain yang jauh lebih besar. 
Ukuran bintang-bintang disekeliling kita bisa ratusan, puluhan, bahkan jutaan kali ukuran matahari yang selama ini menyinari kita. 

Mashaa Allah..
Wew..

Terbang lagi menjauhi bintang-bintang yang guede-gede itu. 

Ternyata bintang-bintang itu bergerak mengelilingi pusat bintang bermassa sangat padat bernama Sagitarius A membentuk galaxy Bima Sakti. 

Kita terbang lagi menjauhi galaxy Bima Sakti. 
(sambil planga plongo ngeliat sekeliling)

Satu, dua, tiga ketemu galaxy lain yang ukurannya..
Wow.. sulit dibayangkan. 
Jumlahnya trilyunan terpampang disetiap sudut semesta. 
Dan setiap galaxy punya triluyan bintang
Triluyan galaxy dengan masing-masing triluyan bintang. 

Eh, mana yah Bima Sakti? Galaxy kita?

Entahlah..
Mungkin setitik kerlip di kejauhan itu Bima Sakti. 

Kita mengambang ditengah-tengah semesta. 

Ahhh..
Betapa luas alam semesta ini..
Trilyunan bintang dan galaxy yang tak terhingga.

Tapi tunggu dulu!
Ini baru langit pertama. 

Masih ada 6 langit lagi yang lebih luas diatasnya.

Jarak antar langit pertama dan kedua adalah 500 tahun.
Dengan kendaraan apa menempuh jarak itu?
Hanya Allah yang tahu. 

Para ilmuwan saja menaksir jarak dari Bumi ke ujung semesta (langit pertama, galaxy terjauh) waktu tempuhnya 13 Milyar tahun cahaya. 

Oke, kita lanjutkan penerbangan. 

Kita terbang lagi meninggalkan langit pertama menuju pintu langit kedua…

Melewati langit kedua menuju pintu langit ketiga…

Melewati langit ketiga menuju pintu langit keempat…

Melewati langit keempat menuju pintu langit kelima…

Melewati langit kelima menuju pintu langit keenam…

Melewati langit keenam menuju pintu langit ketujuh…

Sekarang kita berada dilangit ketujuh. 

Disinilah para pemimpin malaikat (10 malaikat yang kita hafalkan namanya) tinggal. 

Ukuran mereka? Sulit dibayangkan
Sayapnya saja bisa menyelimuti bumi..

Kita coba hitung yuk, pake hitung-hitungan awam.
Berapa lama waktu dan jarak paling minimal yang seharusnya kita tempuh hingga sampai ujung langit ketujuh ini?

Dengan prediksi hitungan para ilmuwan maka kita dapatkan
waktu tempuh -> 13,000,000,000 x 7 = 91,000,000,000 tahun cahaya
*dengan asumsi jarak menuju tepi langit sama semua, yaitu 13 Milyar tahun cahaya pada ketujuh langit.

1 tahun cahaya = 10 trilyun kilometer
Artinya, jarak tempuh paling minimal dengan hitung-hitungan awam adalah
jarak tempuh -> 91,000,000,000 x 10 = 910,000,000,000 trilyun kilometer

Mashaa Allah! Angka milyar ketemu trilyun. 
Itu baru hitung-hitungan awam dari ane, belum jarak yang sebenarnya. 
Jauhnya tak terbayangkan oleh akal

Istirahat dulu…
Entah dimana bumi sekarang.
Ngebayangin luasnya 7 lapis langit aja otak kita udah mau konslet nih…
Huff….

Masih ada lagi yang lebih besar ga?
Ternyata ada!

Cek ayat Kursi. [Al Baqoroh:255]
Kita dapati bahwa Allah menciptakan makhluk bernama Kursi. 
Kursi Allah besarnya meliputi langit dan bumi. 

Luas Alam Semesta ini (7 lapis langit) jika dibandingkan Kursi Allah, maka ilustrasinya:

Bayangkan kita berdiri ditengah gurun (Sahara), kemudian lepas cincin yang ada ditangan kita lalu kita letakkan ditengah gurun. 
Cincin itu adalah 7 lapis langit dan gurun adalah Kursi Allah. 

Sebanding ga sebuah cincin dengan luas gurun? Ga mungkin sebanding!

Tarik napas dulu…

Ada yang lebih besar lagi?

Masih ada!

Arsy…
Tempat dimana Allah bersemayam.

Membandingkan Kursi Allah dengan Arsy, maka ilustrasinya:

Bayangkan kita berdiri ditengah gurun (Sahara), kemudian lepas cincin yang ada ditangan kita lalu kita letakkan ditengah gurun. 
Cincin itu adalah Kursi Allah dan gurun adalah Arsy-Nya. 

Perbandingannya sangat ga berimbang.

Sakit kepala? Ya wajar. 
Akal kita emang kecil banget untuk membayangkan betapa luasnya Kerajaan Allah ini. 

Alam semesta yg kita anggap tak terhingga ini luasnya hanya sebesar cincin ditengah gurun dibandingkan Kursi Allah. 
Dan Kursi Allah hanya sebesar cincin ditengah gurun dibandingkan Arsy-Nya. 

Kita masih mengambang di tengah-tengah kerajaan Allah yang Maha Luas

Hanya terpana..

Merasa keciiiiiiiiiiiiiiiiiiil sekali.

Ada ga istilah untuk entitas yang lebih kecil dari atom?
Mungkin kalo ada kita bisa gunakan sekarang istilah itu. 
Kitapun bahkan udah ga bisa membayangkan betapa kecilnya bumi saat ini dengan akal kita yang terbatas. 

Oke, kita pulang ke dunia kita (yang sekarang udah ga kebayang, saking kecilnya).

Melewati 7 lapis langit.

Mencari bumi diantara trilyunan bintang-bintang dan galaxy.

Akhirnya kita kembali menemukan bumi.

Kita temukan rumah kita.

Mendarat.

Berpijak.

Menatap ke langit…

Betapa kecilnya manusia dan akalnya ini dihadapan Allah Subhanahu wa Ta’ala.
Sang Maha Pencipta.

Allahu Akbar!
Allahu Akbar!
Allahu Akbar!

Inspired by: https://www.youtube.com/watch?v=WMKL9-NV_j4

Advertisements

12 thoughts on “Seberapa Luas Kerajaan Allah?

  1. Cuma ingin koreksi di kalimat “Para ilmuwan saja menaksir jarak dari Bumi ke ujung semesta (langit pertama) waktu tempuhnya 76,000 tahun cahaya”.
    Setahu saya komunitas science kurang lebih setuju kalau alam semesta terbentuk pada saat peristiwa big bang yang terjadi 13,8 milyar tahun yang lalu. Dan galaxy terjauh yang terdeteksi sampai saat ini adalah MACS0647-JD yang berjarak 13,3 milyar tahun cahaya.
    Jika claim anda ujung semesta adalah 76.000 tahun cahaya, maka apakah masuk akal ada galaxy yang jauh jauh lebih jauh dari ujung semesta. Bahkan ilmuwan masih belum yakin alam semesta berujung atau tanpa ujung atau berbentuk silinder atau sepirikal.
    Saya mohon, anda penulis, banyak yang baca, jangan menyampaikan fakta yang salah. Penafsiran agama bisa berbeda beda dan bersifat personal, tetapi ilmu pengetahuan berdasarkan fakta dan logika. Saya harap anda jangan mencampurkan agama dengan ilmu pengetahuan.

    Terima kasih

    Liked by 1 person

    1. Terima kasih sudah mampir.

      Terima kasih (lagi) telah mengkoreksi tulisan saya ๐Ÿ™‚
      Sekarang tulisan ini makin dahsyat. Saya sendiri mendapatkan informasi tersebut tidak dengan riset yang matang saya akui, karena bukan disitu inti dari tulisan saya. Untuk itu saya mohon maaf.
      Sudah saya perbaiki bagian jarak terjauh semesta dengan sumber dibawah.

      Kemudian saya juga ingin mengoreksi tulisan anda pada bagian “Saya harap anda jangan mencampurkan agama dengan ilmu pengetahuan”. Maaf, saya bukan orang sekuler. Ilmu tanpa agama adalah cacat.
      Silahkan jika anda ingin berbuat demikian, tapi jangan ajak muslim yang lain, OK!

      http://nationalgeographic.co.id/berita/2015/06/ketahui-galaksi-terjauh-di-alam-semesta

      Like

      1. Halo mas, makasih sudah balas email saya.
        Saya kebetulan baca beberapa bulan lalu salah satu artikel di blog anda karena saya sedang terkejut dengan betapa banyaknya orang Indonesia terutama Muslim yang lebih percaya informasi ilmiah yang bukan ilmiah atau tidak bisa dipertanggungjawabkan.
        Ilmiah adalah ilmu yang berbasis trial and error. Bahkan teori seperti general relaitivity, big bang, dll yang membicarakan sesuatu yang sulit dibuktikan di lab sudah dibuktikan lewat kalkulasi matematika yang sangat rumit, meskipun nantinya ada bukti2 mendukung lain seperti gema gelombang radio yang terus terdengar sampai sekarang menunjukkN sisa sisa gema big bang.
        Saya kecewa kenapa Muslim banyak yang percaya Zakir Naik, Harun Yahya, bahkan Felix Siauw saat mereka membicarakan teori ilmiah seperti big bang atau evolusi. Padahal yang mereka lakukan tidak lebih dari pseudo-science, yang tidak ada harganya di mata komunitas ilmuwan.
        Saya tidak membicarakan ideologi sekuler tapi apakah agama harus mengatur semuanya? Kalau agama dibawa2 ke perkembangan ilmu pengetahuan, maka ilmu pengetahuan akan bias, ruang lingkupnya terbatas, nanti sedikit2 dikatakan musyrik atau heresy. Jika begitu bagaimana bisa maju. Makin ketinggalan kita dengan negara lain.
        Ini pandangan saya, kalau anda menyebarkan paham ilmiah kembali ke Quran dan Hadits, maka saya juga berhak mengajak Muslim lain untuk mengembangkan dan mempelajari sains tanpa melibatkan agama tetapi tidak melupakan agama dLam kehidupan sehari2.
        Sains bisa dipelajari tanpa pengaruh dari agama manapun, tanpa keharusan meninggalkan agama atau keyakinan kita masing2.

        Like

    2. Sekali lagi saya tekankan, agama Islam bukan agama sekuler.
      Islam adalah lifestyle dan pengetahuan Allah SWT diluar batas kemampuan manusia.

      Jadi, JANGAN DIBALIK, mas.
      Percaya dulu sama Al Quran dan Hadits, baru dibuktikan secara ilmiah.
      Bukan percaya sama ilmiah kemudian malah ragu sama Al Quran dan Hadits.

      Kenapa begitu?
      Kan Allah SWT yang ciptakan langit dan bumi, maka Dia MahaTau apa-apa yang diciptakan-Nya dengan detil.
      Lah kita manusia… wong ke bulan aja masih pada sangsi bener apa kaga, apalagi ke Mars, apalagi mau ngomongin alam semesta. Ga bakal sanggup, mas.

      Kira-kira bisa dipahami?

      Like

  2. Tidak boleh mencampurkan ilmu pengetahuan dengan agama? Are you sure? Bukankan dengan agama kita banyak memperoleh ilmu pengetahuan? Ibnu sina, aljabar, al qaly dan banyak ilmuwan islam lainnya yg telah menemukan kecemerlangan ilmu pengetahuan dari agama, banyak petunjuk dalam al quran yg di berikan ุงู„ู„ู‘ู‡ู untuk orang yg berfikir, dan menjadikan ilmu pengetahuan, yg tidak boleh adalah berpikir kerdil dengan tษชฬ‡ฬฃdยชk mensyukuri ุงู„ู„ู‘ู‡ู yg telah memberikan fikiran kepada kita

    Like

  3. Subhanallah,.. Masya Allah
    alangkah luasnya alam semesta
    hampir tak percaya klw bumi cm sekecil itu u/ ukuran di luar sana

    bumi>tata surya>galaxy>cluster>super cluster,.. Wooouw sungguh luas,

    Like

  4. Allah menurunkan manusia di alam dunia yang fana ini dengan panduan dan petunjuknya supaya manusia tidak tersesat ke dalam jalan syetan…petunjuk itu diberikan semenjak nabi Adam s.d Nabi Muhammad dan umatnya..petunjuk itu berupa Agama dari Allah yang dituangkan dalam Kitab2Nya dan AlQuran adalah petunjuk untuk umat yang paling akhir yang mencakup semua kitab2 yang pernah diturunkan Allah SWT dengan isi berupa ilmu pengtetahuan keseluruhan yang ada..proses penciptaan alam semesta, surga dan neraka, sejarah penciptaan manusia, sejarah manusia yang terdahulu yang ingkar dan yang beriman dengan konsekwensi yang telah berlaku..dan semua uraian tentang kehidupan dari awal sampai hari ahir dunia, hari kebangkitan, hari pembalasan, dan berakhir surga atau neraka…semua itu adalah sebagian kecil ilmu dan petunjuk dari Allah untuk manusia yang dibingkai dalam Agama Allah…Islam…sedangkan ada manusia yg mengatakan agama dan ilmu jangan dicampurkan…bagaiman mungkin mengatakan ada buah tidak memiliki pohon…buah apa itu?…Ilmu pengetahuan yg sekarang dikembangkan oleh manusia hanya sebagian kecil saja dari Ilmu Allah..yang hanya mencakup ilmu2 tentang kehidupan di dunia ini…sedangankan manusia itu terlahir fitrah atau suci…adapun selanjutnya manusia itu setelah dewasa ada yang tetap beriman kepada Allah dan banyak yang ingkar…nah manusia yang ingkar selalu mengatakan bahwa ilmu pengetahuan yang berkembang yang mencakup ilmu2 sience dan teknologi itu adalah hasil karya manusia terpisah dari agama???…ayoalah..berfikir…manusia berasal dari tanah…dari setetes mani..dikandung…lahir…besar..dewasa…hidup mengembangkan akal dan fikirannya yang berasal dari Allah…dan akhirnya mati…emang siapa yang memproses itu semua…Allah kan. Semua itu kehendak Allah supaya manusia bisa hidup di dunia ini. Dengan dikasih detil2 ilmu pengetahuan yg berasal pengembangan dari alur2 besar dari kitab2 Allah termasuk Alquran…sedangakn manusia2 yg dikatakan penemu2 ilmu pengatahuan hanyalah melanjutkan dari ilmu2 yg ditemukan oleh org2 terdahulu…yg jelas mengambil dari alur2 kitab2 Allah. ..dan banyak org2 yg terdahulu atau merupakan generasi sekarang dan mungkin yg akan datang yg tdk mengenal agama…bahwa penemuan2 ilmu pengetahuan yg mereka temuakan adalah bukan rangkaian dari pengetahuan yg tertuang dalam kitab2 Allah. Mungkin hanya orang atheis yang berfikir bahwa ilmu pengetahuan sekarang yg katannya maju adalah hasil karya manusia murni…Ilmuwan Einstein yg katanya jenius mengatakan bahwa ilmu tanpa agama adalah tidak terarah…gelap. agama adalah cahaya bagi ilmu pengatahuan…Sedangkan ilmu yang ada dan pernah ada dan akan ada sampai akhir dunia…hanyalah setitik tak terlihat yang Allah berikan kpd manusia dan jelas dibandingkan Ilmu Allah ..Yang mengatur alam semesta ini..dg semua kecanggihan ilmuNya yg tiada tara…lmu manusia hanya sebatas menemukan yang telah Allah hamparkan yang hanya di dunia ini….bukan menciptakan….Wassalam…

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s