Jilbab, Haruskah Menunggu Untuk Memakainya?

Bismillah,

Bagi yang mau, belum mau, ataupun tidak mau pakai jilbab silahkan baca tulisan ini. Semoga saya bisa menyampaikan secara general.

Tulisan ini saya bagi 3 bagian:
1. Kenapa?
2. Bagaimana?
3. Apa tujuannya?

.::Kenapa Harus Pakai Jilbab?::.

Islam memiliki sebuah sistem yang sempurna untuk mengembalikan manusia pada fitrahnya. Maksudnya apa tuh? Saya coba jelaskan dengan contoh.

Contoh kasus sederhana: manusia akan merasa sangat bersalah jika melakukan hubungan yang berlebihan diluar nikah, apalagi sampai hubungan sex. Meskipun semua sepakat bahwa itu asik, nikmat, seru.. tapi semua juga sepakat bahwa itu ngga bener.

Itulah fitrah (keadaan natural) manusia, ketika ada hal-hal yang tidak semestinya dilakukan, hati nurani manusia bisa melakukan cross-check terhadap kebenaran yang hakiki.

Maka, coba kita tanyakan pada diri sendiri, manakah fitrah wanita yang benar dan semua manusia sepakat?
A. Yang membuka auratnya agar dapat diperhatikan oleh para pria yang bukan muhrimnya
B. Yang menjaga kehormatannya untuk menjadi wanita mulia dengan menutup auratnya

Jadi coba sekarang bayangkan wanita yang sangat baik hati, suka menolong, suka menabung, dan sayang semuanya, namun disetiap harinya rajin memakai tank-top yang belakangnya bolong dan rok mini diatas paha atau celana panas (hot-pants). Mungkin Anda boleh beranggapan “yang penting kan hatinya baik, ga perlu mikirin aurat laaah..”
Hmm.. Itukah fitrah wanita? Apakah semua sepakat bahwa hal itu benar? Apakah kamu sebagai wanita sepakat untuk membenarkan pertontonan aurat? 

Kemudian bagaimana dengan perasaan para pria yang merasa terganggu dengan penampilan wanita tsb? Tentu saja kami (para pria) terganggu karena melihat aurat wanita merupakan dosa yang besar.

.::Bagaimana Memulainya?::.

Saya tidak mau menghakimi anda yang belum memakai jilbab. Saya yakin dan teramat sangat yakin memakai jilbab butuh proses yang panjang dan berliku.

Pake ga ya.. pake ga ya… mmm… nanti aja ah kalo udah nikah.. ngg… nanti aja deh kalo udah punya anak.. eee… nanti aja abis pulang haji. Apakah kalimat-kalimat itu terdengar seperti sebuah proses atau hanya alasan untuk menghindar?

Seorang wanita yang memutuskan untuk memakai jilbab butuh kekuatan Maha Dahsyat untuk melawan pergolakan hatinya. Maka disitulah saya merasa sangat kagum terhadap wanita-wanita yang bisa “hijrah” untuk memutuskan memakai jilbab.

Nah pertanyaan lagi, sudahkah Anda memulai prosesnya dan meminta kekuatan untuk memulainya dari Yang Maha Memberi Kekuatan? Atau Anda masih sibuk menghindar dan mencari-cari alasan?

Dalil-nya bukan via Hadits lhoo.. tapi langsung dari Al-Quran. Allah sendiri yang berfirman kepada Jibril, yang kemudian disampaikan kepada Rasul-Nya. Berikut ayatnya:

“Hai Nabi, katakanlah kepada isteri-isterimu, anak-anak perempuanmu dan isteri-isteri orang mukmin: “Hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka”. Yang demikian itu supaya mereka lebih mudah untuk dikenal, karena itu mereka tidak di ganggu. Dan Allah adalah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” [Al Ahzab: 59]

.::Apa Tujuannya?::.

Pake gamis aja deh kalo gitu, yang penting bajunya sopan, ga perlu sampe pake jilbab kaliii. Kita sesuaikan aja sama perkembangan zaman.

Oke, diatas udah ada dalil, ternyata masih dilawan pake logika. Saya tantang sekarang.

Ada dua orang wanita cantik, yang satu memakai jilbab dan yang satu lagi hanya berpakaian biasa (sopan) tanpa jilbab. Keduanya berdiri bersebelahan disebuah halte bis. Saya punya dua pertanyaan.

1. Lebih mudah mana mengenali siapa yang muslim dan siapa yang bukan muslim?
Tentu yang pake jilbab adalah muslim, tapi yang ga pake jilbab mmm… muslim bukan yah? Kita pasti masih bertanya-tanya. Hal ini sesuai dengan ayat Al Quran diatas [Al Ahzab: 59], bahwa yang pake jilbab lebih mudah untuk dikenali sebagai muslimah.

2. Lebih rentan mana untuk diganggu sama laki-laki hidung belang yang lagi mabok-mabokan dan butuh pelampiasan nafsu?
Karena saya laki-laki, saya paham fitrah para pria. Pastilah yang dipilih adalah wanita tanpa jilbab, apalagi yang sampai menampakkan bagian lehernya. Syahwat laki-laki sangat mudah naik meskipun hanya melihat wanita yang menyibakkan bagian rambut dan lehernya. Apalagi bagian yang lain…!

Kaum feminist kemudian berdalih (lagi), “Ah… itu laki-lakinya aja yang mesum dan ga bermoral! Biasa aja kali ngeliat kita (wanita).”

Hmm logika yang aneh. Jadi, kalo ada maling nyolong mobil yang pintunya ga dikunci, pemilik mobil yang teledor ga salah sama sekali? Fitrahnya mobil itu dikunci atau dibiarkan ngejeblak aja?

Inget ga kata Bang Napi, “Kejahatan terjadi bukan hanya karena ada pelakunya, tapi karena ada kesempatan. Waspadalah!”

Mashaa Allah, betapa sempurnanya Islam ini dalam memahami ilmu sosiologi manusia. Sekarang saya serahkan lagi kepada Anda para wanita solehah mau bagaimana. Jika anda justru menentang perintah Allah untuk memakai jilbab, silahkan tanya ke hati Anda dengan sangat serius.

“Apakah aku menentang fitrahku sebagai seorang wanita?”

Allahu A’lam.
Silahkan direnungkan.

Ditulis oleh: Salingga Yusrianda

Advertisements

One thought on “Jilbab, Haruskah Menunggu Untuk Memakainya?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s