Mama Gak Mau Aku Jadi Anak Shalih Kan?!

Bismillah,

Pagi kemarin telepon berdering, ketika kuangkat, tangis histeris diujung telepon sana…
Kenapa? Tanyaku..

Aku dari minggu lalu mau telepon kamu, tapi musibahmu lagi bertubi-tubi, aku takut semakin membebanimu, tapi hari ini aku gak tahan lagi.. isaknya..

Iya kamu kenapa? Tanyaku lagi

Anakku marah, maki-maki aku di telepon gara – gara minta pulang karena gak kerasan di pondok. Aku berusaha kasih penjelasan, tapi bantahannya membuatku gak sanggup lagi menjawab ucapannya.

====================================
Mama gak buang kamu kesitu. Jusru mama masukin pondok karena mama tau mama gak punya ilmu agama yang cukup buat ngedidik Aa. Mama pingin Aa jadi anak shalih.

Enggak … mama gak pingin ngedidik Aa, mama gak pingin Aa jadi anak shalih…mama bohong..

Kok Aa ngomongnya gitu sih?

Iya.. kalau mama pingin ngedidik Aa dan mama tau mama gak punya ilmu agama yang cukup kenapa mama gak belajar agama? Kenapa mama gak pergi pengajian? Kenapa mama sibuk kerja? Kenapa mama kalau waktu luang nonton tv, mainan handphone, pergi sama temen-temen mama? Mama tukang bohong. Tugas ibu itu mendidik anaknya bukan cari uang. Kata mama Aa amanah dari Allah, kenapa bukan mama yang jaga dan didik Aa, kenapa? Mama gak seneng? Gak bersyukur punya anak Aa? Mustinya mama kayak tante *i*a gak punya anak, biar gak cape dan gak susah ngurus anak. Biar mama gak buang aku ke sini.

====================================

Abis dia ngomong gitu aku gak sanggup lagi ngomong sama dia di telepon Er… Minggu kemarin jadwal orang tua jenguk, aku gak sanggup ketemu dia. Papanya aja yang kesana. Kata suamiku, anaknya diam aja. Aku musti gimana Er? Apa aku bawa aja dia pulang terus sekolahin disini ya? Dia bercerita sambil terisak-isak.

Aku terdiam lama….. cuma bisa menarik nafas. Kata-kata putra tunggalnya rasanya menamparku dan menusuk hatiku juga… Jeng… Apa membawanya pulang akan menyelesaikan masalahmu? atau malah melahirkan masalah baru?

Aku gak tau Er… pikiranku buntu. Anak itu gak berpikir, berpisah dari dia membuatku menangis siang malam merindukan dia… sakit hatiku sakit…. teganya anakku berpikir begitu, isaknya diujung telepon.

Dia ABG yang sedang meluapkan kerinduannya, kemarahannya karena dia tidak bisa mengendalikan hatinya. Jangan dimasukin hati. Jadi seorang ibu harus punya jiwa memaafkan, bahkan sebelum anak membuat kesalahan. Daripada energi habis terkuras untuk menangis, mending pikir solusinya apa, kataku berusaha menenangkan.

Aku gak bisa mikir er..suamiku pun sama, kita gak tau musti gimana? Dia menjawab dengan isakannya.

Makian anak itu adalah buah dari caramu mendidiknya. Andai dia sejak kecil tertanam akidah dan akhlak yang baik, dia gak akan memaki mu. Jadi sebelum kamu mengumbar rasa sakitmu atas ucapannya, akui saja dulu kalau ini terjadi juga karena kontribusimu dan suamimu. Apa yang dia ucapkan gak 100% salah kan?

Enggak…. aku akui dia bener… kami yang lalai. Kami pikir dengan uang yang cukup kita bisa menyekolahkan anak ditempat yang bagus agar dia jadi anak shalih… suaranya lirih terdengar.

Jadi menurutku, mungkin ini saatnya kamu dan suamimu berbenah diri. Memperdalam ilmu agama, datangi putramu, peluk dia, minta maaf kalau selama ini kamu lalai memenuhi hak nya. Minta waktu untuk memperbaiki diri dan memperdalam ilmu agama, dan selama masa perbaikan itu minta anak bertahan dulu di pondok dan beri pengertian setelah semuanya membaik, kalian bisa berkumpul lagi. Aku rasa setelah dia melewati fase kritis adaptasi di lingkungan baru, dia telah mendapat sahabat dan mengikuti ritme kegiatan pondok, dia akan berubah pikiran. Yang penting kamu tunjukan sama dirimu sendiri dan sama anakmu bahwa kamu berusaha menjadi orang tua yang baik dan berusaha memperbaiki diri. Andai mendidik anak shalih itu hal yang mudah, pasti bukan surga balasannya… palingan kipas angin doang jeng… paling banter blender…jadi musti sabar, musti tegar, musti punya hati seluas samudra… kataku berusaha menghiburnya.

Masih terdengar isaknya diujung telepon sana.

Wudhu… shalat dhuha, kalau perlu shalat istiqarah minta Allah kasih petunjuk mana langkah yang terbaik.

Iya… jawabnya lemah…

====================================

Pagi ini dia menelepon lagi,
Er… aku putuskan aku re-sign. Aku hari ini ajukan ke kantor. setelah itu aku mau pakai waktuku memperdalam ilmu agama, mau kutebus kelalaianku kemarin, mumpung Allah masih kasih aku waktu memperbaiki diri.

Yakin?? Tanyaku…sudah dipikir masak-masak? Tanyaku lagi

Yakin 1000% benar kata anakku, tugasku mendidik anak bukan cari uang. Rejeki dari Allah sudah tertakar. Makasih udah bantu aku cari solusi yaa…. you are my best… suaranya begitu cerah….

Aku tersenyum….. selamat berjuang buat jadi seorang ibu yang hebat….. Semoga Allah memudahkan.

Aamiin…..

Advertisements

2 thoughts on “Mama Gak Mau Aku Jadi Anak Shalih Kan?!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s