One Day One Shiroh – Episode 4

👳 MUTHALIB 👳

Suatu hari Hasyim pergi menuju Syam. Ketika melewati Yatsrib, Hasyim melihat seorang wanita baik-baik dan terpandang.

“Siapakah wanita itu?” Tanya Hasyim kepada orang-orang Yatsrib.

“Dia adalah Salma binti Amr.”

“Apakah dia telah bersuami?”

“Suaminya telah tiada. Kini dia seorang janda.”

Mendengar itu, Hasyim melamar Salma dan Salma pun menerimanya. Mereka lalu menikah. Hasyim tinggal di Yatsrib beberapa lama. Ketika salma mengandung, Hasyim melanjutkan perniagaannya. Namun, itulah kali terakhir Salma melihat suaminya, karena Hasyim tinggal tidak pernah kembali lagi. Beliau meninggal di Palestina.

Salma melahirkan seorang anak laki-laki yang kemudian diberi nama Syaibah.

Sementara itu, sepeninggalan Hasyim, kedudukannya sebagai pemuka masyarakat Mekkah dipegang oleh adik Hasyim yg bernama Al Muthalib.

Al muthalib juga seorang laki-laki terpandang yang dicintai penduduk Mekkah. Orang-orang Mekkah menjulukinya Al Fayadh yang berarti dermawan. Pada suatu hari, Muthalib mendengar bahwa keponakannya Syaibah yang tinggal di Yatsrib tumbuh remaja.

“Aku harus menemuinya, dia adalah anak kakakku. Dulu ayahnya adalah pemuka Mekkah. Maka dia harus pulang untuk melanjutkan kepemimpinan ayahnya menggantikan aku,” pikir Al Muthalib.

Ketika Al Muthalib bertemu Syaibah di Yatsrib, dia tersentak, “Anak ini benar-benar mirip Hasyim.”

“Mari, Nak, ikut paman ke Mekkah?” kata Muthalib sambil memeluk Syaibah.

“Tetapi jika ibu tidak mengizinkan aku pergi, aku akan tetap tinggal disini,” jawab Syaibah.

“Tidak, aku tidak akan membiarkannya pergi, dia buah hatiku satu-satunya,” kata Salma

Al Muthalib berkata, “Aku juga menyayangi Hasyim, bukan hanya aku. Tapi penduduk Mekkah juga menyayanginya. Mereka pasti akan sangat senang menyambut kedatangan putra Hasyim. Begitu melihat wajahnya rasa sayangku timbul kepadanya. Seolah-olah aku melihat hasyim hidup kembali dan berdiri di hadapanku. Izinkan aku membawanya pergi. Mekkah adalah kerajaan ayahnya dan Mekkah adalah tanah suci yang dicintai oleh seluruh bangsa Arab. Tidakkah pantas putramu pergi dan melanjutkan kepemimpinan ayahnya.”

Akhirnya Salma mengizinkan putranya untuk berangkat ke Mekkah. Al Muthalib membawanya dengan memboncengkan Syaibah di unta miliknya. Ketika tiba di Mekkah, orang-orang Arab mengira bahwa anak yang ada di belakang Muthalib adalah budaknya.

“Abdul Muthalib (budak muthalib)! Abdul Muthalib”, panggil mereka pada Syaibah.

“Celaka kalian! Dia bukan budakku, dia anak saudaraku, Hasyim!”

Namun.. Karena orang-orang sudah terlanjur menyebutnya Abdul Muthalib, maka akhirnya nama Syaibah pun terlupakan. Setelah itu, dia lebih terkenal dengan Abdul Muthalib yang kelak menjadi kakek Nabi Muhammad saw.

Setelah tumbuh dewasa, Abdul Muthalib pun menjadi seorang pemuka Mekkah sebagaimana Hasyim, ayahnya.

🌤 Pada saat Abdul Muthalib menjadi pemuka Arab, dia melakukan perbuatan yang akan dikenang orang sepanjang zaman. Perbuatan apakah itu?
Bersambung…..

👑👑👑👑👑👑👑👑👑

Syaibah

Nama Syaibah diberikan karena ada uban (rambut putih) di kepalanya sejak kecil.

📕 Referensi : buku Muhammad Teladanku, jilid 1.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s