Ya Allah, Lisanku Terbata-bata Membaca Firman-Mu!

Saudaraku, tidak ada bacaan yang lebih hebat di sisi Allah, Malaikat dan Rasul-Nya selain Alquran yang berada di tanganmu. Bacalah ia, resapi setiap maknanya, hapalkan dan amalkan! Maka dengannya Anda akan menjadi manusia yang paling beruntung.

Saking hebatnya, Rasulullah shalallahu ‘alaihi wassalam menganggap bahwa Alquran ini sebagai Al Mutaabbidu Bi Tilawatihi (hal yang dianggap beribadah bila membacanya). Ya, Anda akan disebut beribadah bila membacanya. Namun sayang, meski membacanya dianggap sebagai sebuah bentuk ibadah, apakah kita senang untuk membaca Alquran?

Banyak kaum muslimin yang bangga telah membaca buku karangan si ini dan si itu. Mereka merasa intelek dan berwawasan luas bila telah menamatkan buku ini dan itu. Mereka pun tidak merasa berat untuk membayar tagihan koran atau majalah bulanan dalam berbagai model atau judul.

Mereka lahap semua bacaan itu, namun mereka lupa bahwa membaca itu semua tidak mendatangkan pahala apapun di sisi Allah subhanahu wa ta’ala dan tidak dianggap sebagai sebuah bentuk ibadah. Malah mereka membiarkan Alquran teronggok di lemari mereka atau di rak buku. Lusuh dan berdebu yang menunjukkan bahwa ia jarang dijamah, apalagi dibaca.

Andai saja, mereka tahu apa yang dijanjikan Rasulullah shalallahu ‘alaihi wassalam tentang pahala membaca Alquran, niscaya mereka tidak akan menyia-nyiakannya lagi di kemudian hari.

عن عبد الله بن مسعود رضي الله عنه قال: قال رسول الله صلى الله عليه وسلم: مَنْ قَرَأَ حَرْفًا مِنْ كِتَابِ الله فَلَهُ (بِهِ) حَسَنَةٌ، وَالْحَسَنَةُ بِعَشْرِ أَمْثَالِهَا، لاَ أَقُوْلُ: {الم} حَرْفٌ، وَلَكِنْ ألفٌ حَرْفٌ، وَلامٌ حَرْفٌ، وميمٌ حَرْفٌ.

Dari Abdullah Ibnu Mas’ud RA, Rasulullah shalallahu ‘alahi wassalam bersabda, “Barang siapa membaca satu huruf dari kitabullah, maka baginya kebaikan dengan satu huruf itu, dan satu kebaikan akan dilipatgandakan sepuluh kali lipat. Aku tidak mengatakan bahwa, “Alif, lâm, mîm: satu huruf, tetapi alif satu huruf, lâm satu huruf dan mîm satu huruf.” (H.R. At Tirmidzi, dia mengatakan, “Hadits hasan shahih.”)

Subhanallah! Satu huruf yang dibaca dari Alquran akan berbuah 10 pahala. Maka jika Anda membaca Alif Laam Miim, Anda akan mendapatkan 30 pahala di sisi Allah.

Sementara tahukah Anda berapa huruf yang terdapat dalam lafal basmalah, surat Al Fatihah, dan seluruh Alquran? Kalau Anda telah mengetahui keutamaan membaca Alquran ini, mengapa Anda tidak bergegas untuk membacanya? Aturlah jadwal rutin untuk membacanya, sehingga Anda akan terus dicatat sebagai orang yang suka membaca Alqurn oleh para malaikat Allah subhanahu wa ta’ala.

Namun memang ada sebagian orang yang mengeluh bahwa dirinya tidak pandai membaca Alquran. Lidah mereka kelu. Mulut mereka tak fasih dalam membacanya. Mereka merasa malu dalam umur yang telah mencapai bilangan tiga puluh, empat puluh, lima puluh tahun bahkan seterusnya, namun mereka lalai sewaktu muda, sehingga sudah setua itu mereka tidak mampu membaca Alquran.

Berbahagialah saudaraku, rasa malu seperti ini pun merupakan sebuah anugerah dari Allah subhanahu wa ta’ala untukmu. Marilah belajar membaca Alquran. Usahlah sungkan. Kondisi yang tengah merundungimu ini pernah diprediksi oleh baginda Rasulullah.

Bila ada dari ummatnya yang berniat membaca Alquran meski bacaannya terbata-bata, maka ia akan mendapatkan pahala dua kali lipat dari orang yang membacanya dengan lancar.

Bukankah ini sebuah kabar gembira untukmu, wahai saudaraku? Bacalah kabar gembira dari Rasul shalallahu ‘alaihi wassalam untukmu:

وَ عَنْ عَائِشَةَ رَضِيَ اللهُ عَنْهَا قَالَتْ: قَالَ رَسُوْلُ الله : ((الَّذِي يَقْرَأُ الْقُرْآنَ وَهُوَ مَاهِرٌ بِهِ مَع السَّفَرَةِ الْكِرَامِ البَرَرَةِ، وَالَّذِي يَقْرَأُ الْقُرْآنَ وَيَتَتَعْتَعُ فِيْهِ وَهُوَ عَلَيْهِ شَاقٌّ لَهُ أَجْرَانِ)) مُتَّفَقٌ عَلَيْهِ.

Dari ‘Aisyah radhiyallahu ‘anha ia berkata: “Rasulullah shalallahu ‘alaihi wassalam bersabda, ‘Orang yang mahir membaca Alquran, maka nanti akan berkumpul bersama-sama para malaikat yang mulia lagi taat. Dan orang yang terbata-bata ketika membaca Alquran dan terasa berat baginya, maka ia akan mendapatkan dua pahala’.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Perhatikan bagaimana agama yang hanif ini begitu hebat mengapresiasi orang yang mau berusaha. Bagi mereka yang mau membaca Alquran dengan lancar akan mendapatkan pahala yang amat berharga.

Sedangkan manusia yang membacanya dengan terbata sekalipun, ia akan mendapatkan pahala berganda. Subhanallah! Berbahagialah, saudaraku!

Seorang sahabat saya pernah menuturkan bahwa saat istrinya sedang dirawat di sebuah rumah sakit, ia pernah mendengar lantunan suara Alquran yang dibaca oleh seorang pria yang terbata-bata membacanya.

Rupanya bacaan Alquran tersebut adalah surat Yasin yang dibaca oleh seorang pria, suami dari seorang wanita yang tergeletak kritis tak kunjung sembuh dari penyakit kanker yang sudah lama diidapnya.

Bacaan Alquran itu amat sumbang didengar telinga. Sahabat saya pun datang menghampiri pria yang membacanya sambil menawarkan jasa, “Apakah saya boleh bantu bacaan Alqurannya pak?”

Pria itu menjawab, “Terima kasih Mas, surat Yaasiin ini saya baca karena disuruh oleh seorang guru agar Allah subhanahu wa ta’ala memberi kesembuhan untuk istri saya! Guru juga berpesan kepada saya bahwa saya sendiri yang harus membacanya dekat telinga istri saya, jadi tidak boleh diwakilkan.”

Mendengar penjelasan itu sahabat saya menarik diri. Dalam keheningan malam di ruang perawatan rumah sakit, bacaan Alquran yang terbata-bata itupun menjadi syahdu terdengar lama-kelamaan.

Surat Yaasiin yang terdiri dari 83 ayat pun, akhirnya berhasil ia tamatkan dalam tempo tidak kurang dari ‘4 jam lamanya’. Suami itu merasa puas, dan atas izin Allah subhanahu wa ta’ala akhirnya selang beberapa hari sang istri diberi kesembuhan oleh Allah subhanahu wa ta’ala berkat bacaan Alquran.

وَنُنَزِّلُ مِنَ الْقُرْآنِ مَا هُوَ شِفَاء وَرَحْمَةٌ لِّلْمُؤْمِنِينَ وَلاَ يَزِيدُ الظَّالِمِينَ إَلاَّ خَسَارًا

“Dan Kami turunkan dari Alquran suatu yang menjadi penyembuh dan rahmat bagi orang-orang yang beriman, dan Alquran itu tidaklah menambah kepada orang-orang yang dzalim selain kerugian.” (Al Israa [17] : 82)

Kini sahabat saya berkesimpulan bahwa Alquran dapat menjadi teman dalam masa sulit dan lapang. Alunan ayat-ayatnya dapat mendatangkan kesembuhan. Meski dibaca dengan terbata-bata, ia tetap menjadi bacaan bermakna dan penuh pahala.

Karenanya, bacalah terus Alquran meski lidahmu terbata-bata!

Salam,
@bobbyherwibowo

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s